Friday, August 18, 2017
Baju pelindung sinar matahari
http://femaledaily.com/blog/2017/08/16/memaksimalkan-manfaat-spf-dari-baju/
Saturday, September 19, 2015
Tren busana spring 2016
http://m.kompas.com/female/read/2015/09/19/161100820/4.Tren.Busana.Spring/
Tuesday, March 24, 2015
Normcore
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Normcore Normcore - Wikipedia, the free encyclopedia (from QQ Browser)
Thursday, November 13, 2014
Kangen
14 Nov 2014
Dah lama banget ga ngisi. Ngisinya niat-ga-niat-ga. Gadgetnya jg beres-ga-beres-ga. Kegiatan trakhir bikin baju ibu tetangga
Wednesday, August 7, 2013
Monday, June 10, 2013
Style Unlimited
Tema Indonesia Islamic Fashion Fair 2013 adalah Style Unlimited. Ya3, ketika kesadaran berkerudung mewabah di bumi Indonesia, kreativitas pemakainya menafsirkan cara menutup aurat dengan sebebas2nya. Patokan yg umum dipakai adalah hanya boleh menampakkan wajah & tangan. Sehingga ketika para remaja atau perempuan muda mulai mencoba mematuhi perintah berkerudung, maka tinggal menambahkan kerudung pd paduan jeans dan t-shirt lengan panjang/jacket kaos. Buat para pekerja kantor menambahkan scarf pada suit tampak pantas2 aja.
Ketika kesadaran bertambah buat pemakai busana muslim, jg mungkin ada budget utk menambah koleksi pakaian, maka dipilihlah baju yg lebih loose, panjang dan juga rok.
Tapiii .. beberapa tahun trakhir ini terjadi euphoria pada pemakai baju muslim. Eh, bukannya euphoria dari dulu ya?
Klo dulu user baju muslim ada 2 kelompok besar (mau2 gw nglompokinnya)
1) yg 'trendy'
2) yg 'syar'i'
Ad 1 'yg trendy' menghindar dari cutting ala Timur Tengah. Biar panjang n agak longgar, ada cup pembentuk pinggang. Kita kn o Asia Tenggara/Indonesia yg kaya warna, shg baju muslimnya berwarna/i. Supaya lebih 'berkelas', dipilihlah bahan2 sutra mahal nan mengkilat. Menghindar dari abaya ala Arabia yg hitam polos, detil hiasanpun menjadi 'tumpahan' kreativitas, bila tidak berhati2 menjadi 'lebay'. Piecesnya; abaya singset ato longdress deh, tunik dan celana longgar, kerudung simpel hingga ala salon kerudung. Tutorial kerudung juga dah berkembang di sini.
Ad 2) 'yang syar'i' memakai kerudung panjang tidak tembus pandang (disbt 'jilbab syar'i'), memakai jubah/baju besar (jarang yg menyebut jubah=jilbab) di luar stelan baju berlengan panjang yg kadang mengintip. Tertib dengan manset tangan dan kaos kaki. Memakai warna2 gelap, berpotongan baju sederhana.
Di luar mainstream ini, tentunya ada yg merasa cukup dengan berbaju casual dan menambahkan kerudung. Baju casualnya bisa berupa jeans & kaos ngapret, ato celana & kaos lengan panjang biasa, kadang kemeja/blus.
Dari majalah Madina Mei 2006
Ketika kesadaran bertambah buat pemakai busana muslim, jg mungkin ada budget utk menambah koleksi pakaian, maka dipilihlah baju yg lebih loose, panjang dan juga rok.
Tapiii .. beberapa tahun trakhir ini terjadi euphoria pada pemakai baju muslim. Eh, bukannya euphoria dari dulu ya?
Klo dulu user baju muslim ada 2 kelompok besar (mau2 gw nglompokinnya)
1) yg 'trendy'
2) yg 'syar'i'
Ad 1 'yg trendy' menghindar dari cutting ala Timur Tengah. Biar panjang n agak longgar, ada cup pembentuk pinggang. Kita kn o Asia Tenggara/Indonesia yg kaya warna, shg baju muslimnya berwarna/i. Supaya lebih 'berkelas', dipilihlah bahan2 sutra mahal nan mengkilat. Menghindar dari abaya ala Arabia yg hitam polos, detil hiasanpun menjadi 'tumpahan' kreativitas, bila tidak berhati2 menjadi 'lebay'. Piecesnya; abaya singset ato longdress deh, tunik dan celana longgar, kerudung simpel hingga ala salon kerudung. Tutorial kerudung juga dah berkembang di sini.
Ad 2) 'yang syar'i' memakai kerudung panjang tidak tembus pandang (disbt 'jilbab syar'i'), memakai jubah/baju besar (jarang yg menyebut jubah=jilbab) di luar stelan baju berlengan panjang yg kadang mengintip. Tertib dengan manset tangan dan kaos kaki. Memakai warna2 gelap, berpotongan baju sederhana.
Di luar mainstream ini, tentunya ada yg merasa cukup dengan berbaju casual dan menambahkan kerudung. Baju casualnya bisa berupa jeans & kaos ngapret, ato celana & kaos lengan panjang biasa, kadang kemeja/blus.
Dari majalah Madina Mei 2006
Subscribe to:
Comments (Atom)